Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan bahstul masail di pondok pesantren HM Al Mahrusiyah dan pembentukan keilmuan islam dalam kegiatan bahstul masail dalam presfektif teori konstruktivistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa santri Al Mahrusiyah membentuk teori konstruktivistik dalam kegiatan bahstul masail dalam sebuah pembelajaran yang mereka lakukan seperti halnya aktif terlibat dalam proses memecahkan suatu masalah yang berkaitaan dengan materi pembelajaran, membangun sendiri pengetahuan mereka serta pemahaman mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajran. Keterlibatan siswi dalamĀ mengembangkan sendiri dalam kemampuannya mempunyai keleluasaan dan kebebasan untuk mengeksplorasi seluruh kemampuannya untuk mengkonstruksi sendiri pengetauan yang berupa ide-ide dan gagasan-gagasan baru yang bersifat membangun berdasarkan materi sebelumnya. Karna dengan mereka mengkosntruksi sendiri pengetahuan mereka, akan terlihat adanya perubahan pola pikir setelah mengikuti proses pembelajaran. Karna dengan demikian kegaiatan ini memungkinkan terjadinya interaksi sosial yang kaya akan proses negosiasi makna, serta pertukaran pandangan dengan demikian pembelajran kolaboratif bukan sekedar kerja sama melainkan suatu proses interaktif yang mendalam yang mendukung terbentuknya pemahaman baru melalui partisipasi aktif dan relaktif dalam lingkungan sosial belajar. Refleksi juga merupakan proses berpikir Kembali suatu pembelajaran, dengan apa yang telah di pelajari, Ketika siswi merefleksikan pengalamannya mereka mencari makna dan mengaitkan dengan teori atau konsep yang telah dipelajari, serta menilai sejauh mana pemahaman mereka.
Copyrights © 2026