ABSTRAK : PENGARUH YOGA TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA Latar Belakang: Dismenore primer merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Jumlah responden sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi (11 orang) dan kelompok kontrol (11 orang). Intervensi yoga diberikan satu kali per minggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025.Hasil : Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dismenore primer yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan yoga dengan nilai p = 0,001 (p 0,05). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang berarti antara pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan p= 1,000(p 0,05).Kesimpulan : Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja disarankan untuk memanfaatkan yoga sebagai alternatif penanganan nyeri menstruasi. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadikan yoga sebagai edukasi kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: dismenore primer, nyeri menstruasi, remaja, terapi non-farmakologis, yoga. ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah keluhan umum di kalangan remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya bergantung pada terapi farmakologis; namun, penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 22 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (11 peserta) dan kelompok kontrol (11 peserta). Intervensi yoga dilakukan sekali seminggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2025.Hasil: Analisis menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dismenore primer pada kelompok intervensi setelah intervensi yoga, dengan nilai p 0,001 (p 0,05). Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara pengukuran pretest dan posttest pada kelompok kontrol (p = 1,000; p 0,05).Kesimpulan: Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja terdorong untuk menggunakan yoga sebagai pendekatan alternatif untuk mengatasi nyeri menstruasi. Penyedia layanan kesehatan diharapkan untuk memasukkan yoga ke dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: remaja, nyeri menstruasi, terapi non-farmakologis, dismenore primer, yoga.
Copyrights © 2026