Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Paparan Asap Rokok terhadap Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Wanita Hamil Putri, Oktaviana Manda; Oktaviana, Friska; Farasari, Poppy; Suciati, Siti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6833

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi status gizi wanita hamil adalah paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian KEK pada wanita hamil di wilayah kerja Puskesmas Kauman Tulungagung. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel sebanyak 34 wanita hamil dengan status KEK (LiLA <23,5 cm) trimester 1 dan 2 pada Bulan Januari-April 2025 dikumpulkan menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini melalui kuesioner paparan asap rokok dan dokumentasi data sekunder dari buku KIA. Kuesioner paparan asap rokok yang disusun berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan mengenai risiko paparan asap rokok terhadap kesehatan wanita hamil. Uji validitas dan reabilitas telah dilakukan dengan studi pendahuluan secara terbatas kepada beberapa responden di lokasi yang sama dengan lokasi penelitian namun responden dalam studi pendahuluan merupakan wanita hamil yang tidak termasuk dalam kriteria sampel penelitian utama. Pengumpulan data sekunder meliputi data status gizi (LiLA) yang terdapat dalam buku KIA wanita hamil yang telah didata setiap bulan nya oleh bidan yang bertugas sesuai prosedur standar pelayanan kesehatan ibu. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan Independent T-Test. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) wanita hamil (p = 0,003), serta terdapat perbedaan bermakna rata-rata LiLA antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar asap rokok (p = 0,013). Simpulan dari penelitian ini adalah paparan asap rokok berhubungan dengan kejadian KEK pada wanita hamil. Penelitian ini memperkuat bukti ilmiah bahwa lingkungan bebas asap rokok penting untuk mendukung status gizi dan kesehatan maternal selama kehamilan.
The Impact Of Yoga On Pain Intensity In Adolescents With Primary Dysmenorrhea Putri, Oktaviana Manda; Suciati, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24301

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH YOGA TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA Latar Belakang: Dismenore primer merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Jumlah responden sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi (11 orang) dan kelompok kontrol (11 orang). Intervensi yoga diberikan satu kali per minggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025.Hasil : Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dismenore primer yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan yoga dengan nilai p = 0,001 (p 0,05). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang berarti antara pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan p= 1,000(p 0,05).Kesimpulan : Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja disarankan untuk memanfaatkan yoga sebagai alternatif penanganan nyeri menstruasi. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadikan yoga sebagai edukasi kesehatan reproduksi remaja.  Kata kunci: dismenore primer, nyeri menstruasi, remaja, terapi non-farmakologis, yoga. ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah keluhan umum di kalangan remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya bergantung pada terapi farmakologis; namun, penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 22 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (11 peserta) dan kelompok kontrol (11 peserta). Intervensi yoga dilakukan sekali seminggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2025.Hasil: Analisis menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dismenore primer pada kelompok intervensi setelah intervensi yoga, dengan nilai p 0,001 (p 0,05). Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara pengukuran pretest dan posttest pada kelompok kontrol (p = 1,000; p 0,05).Kesimpulan: Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja terdorong untuk menggunakan yoga sebagai pendekatan alternatif untuk mengatasi nyeri menstruasi. Penyedia layanan kesehatan diharapkan untuk memasukkan yoga ke dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: remaja, nyeri menstruasi, terapi non-farmakologis, dismenore primer, yoga.