This study aims to examine the meaning of love uncertainty in the poem “Hatiku Selembar Daun” by Sapardi Djoko Damono using an expressive approach. This approach is employed to interpret poetry as a representation of the poet’s inner experiences and emotional conditions manifested through linguistic structures and poetic symbols. The research adopts a descriptive qualitative method, with the poem “Hatiku Selembar Daun” serving as the primary data source. The data consist of poetic lines, diction, imagery, and symbolic elements that reflect the emotional expressions of the lyrical subject. Data were collected through library research and close reading techniques, while data analysis was conducted through intensive reading, classification of expressive elements, and interpretative analysis based on expressive theory. The findings indicate that the uncertainty of love is represented through the symbol of “a leaf,” which signifies emotional fragility, resignation, and the absence of control over feelings. The use of simple language and a calm yet melancholic atmosphere reveals the poet’s internal emotional conflict expressed implicitly. Therefore, the poem can be understood as a symbolic reflection of the poet’s emotional experience in confronting the uncertainty of love. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebimbangan cinta dalam puisi “Hatiku Selembar Daun” karya Sapardi Djoko Damono melalui pendekatan ekspresif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami puisi sebagai representasi pengalaman batin dan kondisi emosional penyair yang tercermin dalam struktur bahasa dan simbol puitik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks puisi “Hatiku Selembar Daun”. Data penelitian meliputi larik-larik puisi, pilihan diksi, citraan, serta simbol-simbol yang merepresentasikan ekspresi emosional aku lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui pembacaan intensif, pengelompokan unsur ekspresif, dan penafsiran makna berdasarkan teori pendekatan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebimbangan cinta direpresentasikan melalui simbol “selembar daun” yang menggambarkan kondisi perasaan yang rapuh, pasrah, dan tidak memiliki kendali terhadap arah perasaan. Kesederhanaan bahasa serta suasana yang tenang dan melankolis memperlihatkan konflik batin aku lirik yang bersifat internal dan diungkapkan secara implisit. Dengan demikian, puisi ini merefleksikan pengalaman emosional penyair dalam menghadapi ketidakpastian cinta melalui ungkapan simbolik yang halus dan kontemplatif.
Copyrights © 2026