Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah gangguan pernapasan yang ditandai oleh peradangan kronis pada saluran napas, penurunan fungsi paru secara progresif, serta penurunan kualitas hidup yang berlangsung secara bertahap serta tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Klien PPOK memiliki keluhan sesak napas, batuk kronis, produksi dahak, mengi. Pursed Lip Breathing (PLB) adalah teknik pernapasan yang direkomendasikan untuk membantu mengendalikan pernapasan. Tujuan: Menggambarkan asuhan keperawatan penerapan PLB dalam mengatasi pola napas pada klien ppok di Desa kapiroe Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada klien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dengan pemberian terapi teknik PLB. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Dari hasil pengkajian terdapat frekuensi napas 26x/m, whezzing dan sesak napas. Diagnosa keperawatan yang di tegakkan adalah pola napas tidak efektif. Diberikan intervensi dukungan ventilasi sesuai dengan SIKI terdiri dari 9 tindakan dengan tambahan terapi PLB selama 3 hari. Kesimpulan: Terapi teknik PLB dapat menurunkan dispnea atau sesak dengan frekwensi 19x/m. Saran: Masyarakat dapat melakukan terapi teknik PLB untuk menurunkan sesak atau dispnea pada penderita PPOK yang mengalami pola napas tidak efektif. Kata kunci: Pola napas tidak efektif, terapi pursed lip breathing
Copyrights © 2025