Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam fenomena bisnis Cap Tikus di Desa Lompad Kecamatan Ranoyapo Minahasa Selatan, dengan fokus pada tiga aspek utama yaitu pengelolaan usaha secara turun-temurun, dinamika bisnis dan pola distribusi, serta dampak sosial dan pandangan masyarakat terhadap bisnis Cap Tikus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi. Terdapat dua informan utama yang dipilih secara purposive sampling, yaitu Kak Greity Umboh selaku penjual Cap Tikus di Desa Lompad dan seorang warga desa yang memiliki pandangan berbeda terkait keberadaan bisnis Cap Tikus di lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis Cap Tikus di Desa Lompad telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat yang didukung oleh modal sosial dan jaringan kekeluargaan yang kuat. Pola distribusi bersifat informal melalui jaringan warung lokal dengan dinamika bisnis yang mengandalkan kolaborasi dan saling tukar informasi antar pelaku usaha. Namun demikian, bisnis ini juga menimbulkan dualisme pandangan di masyarakat antara kepentingan ekonomi dan kekhawatiran terhadap dampak sosial negatif berupa potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan bisnis Cap Tikus membutuhkan pendekatan yang holistik yang mempertimbangkan dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan hukum secara bersamaan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025