Tantangan terbesar keluarga masa kini adalah menjaga hubungan yang erat di tengah gempuran teknologi digital khususnya bagi Generasi Z yang lekat dengan media sosial. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana bentuk-bentuk solidaritas tetap bertahan dalam keluarga modern ditinjau dari perspektif struktural fungsional Talcott Parsons yaitu AGIL. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis yang melibatkan beberapa mahasiswa-mahasiswi angkatan 2024 Prodi S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga sebagai informan kunci dilengkapi dengan analisis dokumentasi foto bersama keluarga dari WhatssApp. Temuan lapangan menunjukkan bahwa ikatan keluarga tetap dipertahankan melalui aktivitas rekreasi tanpa gadget dan tradisi tahunan. Solidaritas juga terjalin kuat melalui sistem saling dukung dan pembagian peran yang jelas. Temuan ini mengindikasikan adanya upaya sadar dari Generasi Z untuk membatasi pengaruh teknologi demi menjaga keutuhan keluarga. Dalam perspektif AGIL keluarga modern terbukti mampu menjaga keseimbangan sosial dengan menggabungkan nilai tradisional atau mekanis dan pembagian peran modern atau organik. Penelitian ini menegaskan posisi teknologi sebagai entitas netral yang dampaknya bergantung pada kedewasaan pengguna.
Copyrights © 2025