Perkembangan digital memiliki dampak yang besar terhadap tatanan sosial ekonomi mengenai peran dan posisi pedagang. Pasar Tradisional Kranji Kota Bekasi adalah wadah interaksi sosial ekonomi antara pedagang dan pembeli. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi relasi sosial ekonomi pasca implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar Kranji Kota Bekasi mengacu pada perspektif sosiologi, khususnya teori interaksi sosial dan struktur sosial. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dengan narasumber, observasi dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis pendekatan sosiologi digital. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa adopsi QRIS di Pasar Kranji Kota Bekasi terbukti dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda sampai generasi terdahulu. Kesimpulan pada penelitian ini adalah QRIS hanya berfungsi sebagai alternatif metode pembayaran, adopsi QRIS tidak dapat memudarkan interaksi sosial antara pedagang dan pembeli. Proses tawar menawar khas pasar tradisional tetap berjalan sebelum proses pembayaran digital dilakukan. Meskipun selama proses penggunaan QRIS masih terdapat hambatan seperti jaringan internet yang tidak stabil dibeberapa area pasar serta tingkat literasi pembayaran digital yang tidak merata, tingkat adopsi QRIS di Pasar Kranji Kota Bekasi termasuk tinggi.
Copyrights © 2026