Partuturan dalam budaya Batak Toba merupakan sistem komunikasi yang digunakan seseorang berinteraksi dan menyapa satu sama lain berdasarkan hubungan kekerabatan. Namun, dalam konteks perantauan, eksistensinya mengalami perubahan akibat berbagai faktor sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensitas Partuturan pada mahasiswa Suku Batak Toba yang merantau di Lorong Pasar, Tataaran II, Kabupaten Minahasa, serta upaya mereka dalam mempertahankan nilai-nilai Partuturan di lingkungan perantauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Suku Batak Toba di Lorong Pasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensitas Partuturan di kalangan mahasiswa Batak Toba di perantauan mengalami pergeseran. Sebagian mahasiswa masih mempertahankan penggunaannya dalam interaksi sosial, terutama dalam komunitas sesama mahasiswa Batak Toba. Namun, ada pula yang mulai jarang menggunakannya karena berbagai faktor, seperti pengaruh budaya lokal, modernisasi, Pergeseran ini terjadi karena mahasiswa lebih sering berinteraksi dengan masyarakat Minahasa dan mahasiswa dari latar belakang budaya lain, Penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa Suku Batak Toba sebagai refleksi atas pentingnya mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan sosial. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai adat dapat tetap lestari meskipun berada di lingkungan yang berbeda.
Copyrights © 2025