cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
balimaujurnalbudayalokal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Balimau: Jurnal Budaya Lokal
ISSN : 31100430     EISSN : 31100430     DOI : https://doi.org/10.64924
Balimau: Jurnal Budaya Lokal is a scientific journal dedicated to studying, documenting, and promoting local cultural wisdom in Indonesia. This journal applies a strict double-blind peer review system to ensure the quality and academic integrity of every article published. This journal accepts research articles that discuss various aspects of local culture in Indonesia, including local traditions and rituals, local wisdom and traditional knowledge, traditional arts and crafts, oral languages ​​and literature, local cuisine and gastronomy, social organizations and leadership systems, cultural and environmental ecology, and cultural revitalization and preservation efforts.
Articles 7 Documents
Makna Ukiran Pada Rumah Adat Tongkonan dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Toraja di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja Nita Nita; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku toraja merupakan suku yang memiliki karakteristik yang menjadikan suku ini unik yaitu dari upacara keagamaan, tarian tradisional, baju adat, makanan khas, bahasa, dan rumah adat yaitu tongkonan. Dan yang lebih unik dari antara itu yang paling unik adalah rumah adat selain karena bentuk di rumah adat Tongkonan ini terdapat ukiran yang hampir memenuhi seluruh sisi rumah. Ukiran ini sangat berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Toraja.ada empat ukiran utama pada rumah Tongkonan yaitu passura’ pa’manuk londong, passura’ pa’bare allo, passura pa’tedong dan passura’ pa’sussu’. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna ukiran pada rumah adat Tongkonan di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Sumber data penelitian ialah dari Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan beberapa masyarakat di Desa Sillanan. Hasil penelitian ini membahas tentang makna ukiran pa’ tedong bagi kehidupan sosial masyarakat Toraja yaitu sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dan juga merupakan suatu ikon yang menarik yang digunakan sebagai persembahan atau pengorbanan yang diberikan dalam upacara Rambu Solo’ sebagai standar status sosial. Yang dimana ini menunjukkan bahwa masyarakat Toraja sangat menjaga dan menghargai kerbau sebagai hewan sakral.
Perilaku Konsumsi Alkohol pada Remaja Pria di Desa Panjo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Sandy J. P Yokom; Yoseph D.A Santie; Veronike E.T Salem
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang perilaku konsumsi alkhol pada remaja pria di desa Panjo dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan Teknik onservasi serta wawancara maka hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu Perilaku mengkonsumsi minuman beralkhol pada remaja di desa Panjo kecamatan Pamona selatan merupakan kebiasaan yang mereka tiru dari kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat desa Panjo pada umumnya dimana minuman beralkhol dengan mudah di jumpai dan dibeli di desa Panjo. Masyarakat menjual minuman ini sebagai mata pencaharian mereka namun Sebagian remaja memanfaatkan ini dengan membeli dan mengkonsumi padahal minuman ini hanya boleh di konsumsi oleh orang dewasa dan biasanya ketika ada kegiatan gorong royong atau acara adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan tidak di anjurkan untuk di konsumsi anak-anak usia remaja.
Peran Arisan Membagun Rumah Bagi Kesejahteraan Masyarakat Desa Lobu Kecamatan Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara Veron Walintukan; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan tradisi membagun rumah pada masyarakat Desa Lobu Kecamatan Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Arisan bangun rumah adalah suatu bentuk organisasi membagun rumah untuk meringankan beban masyarakat dalam proses pembuatan rumah beton, yang menekankan pada simbolis dan makna budaya gotong royong, tradisi lokal. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk pelaksanaan organisasi Arisan Membagun Rumah, mulai dari tahapan persiapan, proses, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi Arisan Membagun Rumah ini sangat menguntungkan bagi masyarakat yang bersama-sama dalam organisasi arisan membangun Rumah dimana proses membagun rumah ini dilakukan secara bersama-sama melalu pemasukan tenaga kerja dan bahan bagunan secara mencicil sehingga dapat meringan kan setiap anggota yang ada melalu peraturan anggaran dasar dan saling percaya satu dengan yang lain sehingga organisasi arisan membangun rumah ini masi di lakasanakan sampai saat ini dan memiliki peranan penting dalam memperkuat ikatan sosial serta menjaga identitas tradisi kebudayaan masyarakat Touluaan ditengah arus modernisasi.
Lunturnya Kebudayaan Masamper pada Kalangan Remaja di Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat Welson Kemba; Veronike E.T Salem; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian kebudayaan Masamper dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Masamper merupakan kesenian tradisional yang memiliki nilai etika, moral, dan agama serta berfungsi sebagai media komunikasi melalui nyanyian, namun mengalami penurunan minat di kalangan remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kebudayaan Masamper. Wawancara dilakukan untuk memahami perspektif masyarakat tentang kondisi kebudayaan ini dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya penanaman budaya sejak dini dan pengaruh budaya luar yang lebih modern menjadi faktor utama penurunan minat terhadap Masamper. Untuk pelestarian, penelitian merekomendasikan pemanfaatan media sosial dengan konten menarik, adaptasi lagu populer masa kini menjadi versi Masamper, dan kolaborasi dengan musik modern. Strategi ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda dan memastikan kebudayaan Masamper tetap hidup di tengah globalisasi.
Makna Tradisi Mabarissa Bagi Masyarakat Desa Mala Kec, Melonguane Kab. Kepulauan Talaud (Studi Eksploratif) Seltia Marta Wangkanusa; Veronike E.T Salem; Yoseph DA Santie
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna tradisi Mabarissa “ Bergoyang di jalan Bersama-sama” merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilakukan di desa Mala Kecamatan Melonguane Timur. Kegiatan yang dilakukan setiap bulan Desember dan acara Tahun Baru ini masih eksis keberadaannya karena dianggap sangat meramaikan suasana yang ada di desa dimana berkumpulnya saudara bersauara untuk memeriahkan natal dan tahun baru khususnya di desa Mala.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Tradisi ini merupakan sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Talaud khususnya masyarakat desa Mala. makna dari Mabarissa ini lebih kepada kesenian dalam kebersamaan.
Tradisi Rimpal di Kalangan Generasi Muda Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Apriani Perbina Br Barus; Veronika E. T. Salem; Sangputri Sidik
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/gb8fe437

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan generasi muda tentang tradisi rimpal yang ada di Universitas Negeri Manado. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Organisasi ikatan mahasiswa karo dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa batak karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tradisi Rimpal disebagian kalangan generasi muda sering dianggap tidak perlu, karena tidak memperluas sanak saudara dan membatasi perkembangan masyarakat dalam keluarga, banyak yang beranggapan tradisi rimpal memiliki tata cara adat yang terlalu rumit,sehingga ada Sebagian orang yang merasa keberatan untuk melakukan tradisi tersebut. Tetapi banyak juga yang ingin melaksanakannya karena Tradisi rimpal dilaksanakan sebagai salah satu faktor warisan dari nenek moyang yang wajib dilestarikan dan untuk mencegah terjadinya perceraian dalam rumah tangga, karena menikah menurut tradisi rimpal dianggap pasangan yang ideal dalam masyarakat Karo. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya dua pendapat tentang tradisi rimpal yakni ada yang masih ingin melaksanakan tradisi rimpal dan ada yang tidak ingin melaksanakan tradisi rimpal
Toki Pintu: Upacara Adat Pernikahan pada Masyarakat Tombulu di Desa Kembes Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Martina Kares; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/54qfzc27

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tradisi upacara pernikahan adat Toki Pintu yang dipraktikkan oleh masyarakat Tombulu di Desa Kembes, Kabupaten Minahasa, dengan penekanan pada aspek pelaksanaan, proses, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tahapan upacara Toki Pintu, mengungkap makna simbolis dan signifikansi budaya dalam konteks pernikahan adat masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap praktik dan makna dari upacara tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upacara Toki Pintu tetap dijaga keberlangsungannya dan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kesatuan sosial serta melestarikan identitas budaya masyarakat Tombulu di tengah era modernisasi. Rekomendasi penelitian melibatkan aspek penting seperti dokumenasi yang berkelanjutan, sosialisasi, dan keterlibatan generasi muda dalam upaya melestarikan tradisi upacara pernikahan adat. Tindakan ini merupakan suatu keharusan guna menjaga warisan budaya lokal dan menjamin kelangsungan praktik kultural yang penting bagi masyarakat Tombulu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7