Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah. Idealnya, evaluasi PAI tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga ranah afektif dan spiritual peserta didik. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa penilaian masih berfokus pada capaian akademik, sementara aspek sikap dan nilai keagamaan kurang tergarap. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman guru PAI melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait sistem penilaian. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berupa keterbatasan instrumen penilaian spiritual, minimnya dukungan kelembagaan, serta tekanan administratif yang menyebabkan orientasi evaluasi lebih bersifat numerik. Meski demikian, mulai muncul kesadaran reflektif di kalangan guru untuk menjadikan evaluasi sebagai proses pembinaan nilai dan spiritualitas. Inovasi seperti jurnal refleksi, penilaian proyek sosial, dan portofolio nilai-nilai Islam menjadi upaya awal menuju evaluasi yang lebih autentik dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan evaluasi PAI sangat bergantung pada kesadaran spiritual guru dalam memaknai pendidikan sebagai proses tarbiyah, bukan sekadar pengukuran hasil belajar.
Copyrights © 2026