Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki kontribusi historis yang signifikan dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Namun, dinamika globalisasi, digitalisasi pembelajaran, serta meningkatnya kebutuhan kompetensi komunikatif menghadirkan tantangan baru bagi model pendidikan bahasa Arab yang selama ini berorientasi pada penguasaan gramatikal dan pembacaan teks klasik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual posisi pesantren dalam lanskap pendidikan bahasa Arab kontemporer serta merumuskan arah masa depan yang relevan dengan tuntutan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan analisis filosofis dan konseptual terhadap literatur terkait pendidikan bahasa dan studi pesantren. Argumen utama artikel ini adalah bahwa masa depan pendidikan bahasa Arab di pesantren tidak terletak pada penggantian tradisi, melainkan pada sintesis antara kekuatan epistemologis klasik dan penguatan kompetensi komunikatif serta literasi digital. Artikel ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka teoretis pengembangan pendidikan bahasa Arab berbasis pesantren yang adaptif, integratif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024