The sharp dichotomy between religious knowledge and science in the modern education system has triggered a significant epistemological crisis and moral degradation among Muslims. This study aims to explore and analyze Ismail Raji Al-Faruqi's thoughts on the integration of religion and science through the concept of the Islamization of knowledge, and its relevance in Islamic Religious Education (PAI) learning. By applying a qualitative approach based on library research methods, this study examines in depth Al-Faruqi's fundamental works along with contemporary interpretations of his ideas. The research findings show that Al-Faruqi made the principle of monotheism the absolute epistemological foundation for reuniting revelation and reason, while simultaneously rejecting secularism that separates the two. Through the formulation of twelve steps of the Islamization of knowledge, he attempted to reconstruct the structure of modern science to align with Islamic values ββββfor the sake of achieving the welfare of the people and spiritual balance. In its implementation in PAI learning, this concept is applied by harmoniously integrating naqli arguments and scientific phenomena, so that science is understood as a manifestation of God's power. The main conclusion emphasizes that internalizing this integrative paradigm is very urgent to produce a complete generation of Muslims, namely individuals who have high intellectual intelligence as well as strong faith and morals in facing global challenges. ABSTRAK Dikotomi yang tajam antara ilmu agama dan sains dalam sistem pendidikan modern telah memicu krisis epistemologi dan degradasi moral yang signifikan di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi mengenai integrasi agama dan sains melalui konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menerapkan pendekatan kualitatif berbasis metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya fundamental Al-Faruqi beserta interpretasi kontemporer terkait gagasannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Faruqi menjadikan prinsip tauhid sebagai fondasi epistemologis mutlak untuk menyatukan kembali wahyu dan akal, sekaligus menolak sekularisme yang memisahkan keduanya. Melalui rumusan dua belas langkah Islamisasi ilmu, ia berupaya merekonstruksi bangunan ilmu pengetahuan modern agar selaras dengan nilai-nilai Islam demi tercapainya kesejahteraan umat dan keseimbangan spiritual. Dalam implementasinya pada pembelajaran PAI, konsep ini diterapkan dengan mengintegrasikan dalil naqli dan fenomena ilmiah secara harmonis, sehingga sains dipahami sebagai manifestasi kekuasaan Allah. Simpulan utama menegaskan bahwa internalisasi paradigma integratif ini sangat mendesak untuk mencetak generasi Muslim yang utuh, yakni pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi sekaligus kekokohan iman dan akhlak dalam menghadapi tantangan global.
Copyrights © 2026