Latar Belakang: Exertional Heat Stroke (EHS) merupakan kondisi darurat medis yang berpotensi fatal dan sering terjadi pada populasi dengan aktivitas fisik berat seperti atlet, pekerja lapangan, dan personel militer. Penanganan cepat dengan metode pendinginan efektif sangat penting untuk mencegah komplikasi dan kematian. Cold Water Immersion (CWI) telah lama dikenal sebagai standar emas dalam penanganan EHS, namun akses terhadap metode ini tidak selalu tersedia di semua situasi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi sistematis terhadap efektivitas CWI dibandingkan metode pendinginan konvensional non-immersive. Tujuan: Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kritis efektivitas Cold Water Immersion (CWI) dibandingkan metode pendinginan konvensional dalam menurunkan suhu inti tubuh dan laju pendinginan pada pasien dewasa dengan exertional heat stroke. Metode: Tinjauan ini mengikuti panduan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan di database PubMed, Springer, dan ScienceDirect untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga Desember 2025. Studi yang disertakan meliputi desain eksperimental dan observasional dengan populasi pasien dewasa EHS, membandingkan CWI dengan metode pendinginan non-immersion, serta melaporkan outcome suhu inti dan laju pendinginan. Risiko bias dinilai menggunakan Cochrane ROB-2 dan Newcastle-Ottawa Scale (NOS). Hasil: Empat studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Secara konsisten, CWI menunjukkan laju pendinginan ≥0.20°C/menit dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan metode non-immersion lainnya. Beberapa metode alternatif seperti TACO dan ice-sheet cooling juga menunjukkan efektivitas yang memadai (≥0.15°C/menit) dan dapat digunakan ketika CWI tidak tersedia. Namun, metode dengan laju pendinginan <0.15°C/menit dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi. Kesimpulan: Cold Water Immersion merupakan metode paling efektif dalam menurunkan suhu inti tubuh secara cepat pada pasien dewasa dengan EHS, dan tetap menjadi standar emas penanganan. Metode alternatif dapat digunakan dalam kondisi tertentu, asalkan mampu mencapai laju pendinginan yang adekuat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat bukti dan mendukung integrasi protokol pendinginan berbasis bukti dalam sistem kesehatan darurat di negara tropis seperti Indonesia
Copyrights © 2026