Abstrak Penyakit bawaan makanan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan penerapan higiene dan keamanan pangan, khususnya pada usaha pangan skala mikro. Usaha bakery sebagai penyedia pangan siap konsumsi memiliki risiko kontaminasi apabila proses produksinya tidak didukung oleh praktik kebersihan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan higiene dan keamanan pangan pada usaha Alanaya Bakery sebagai upaya pencegahan penyakit bawaan makanan dan perlindungan kesehatan konsumen. Mitra kegiatan adalah Alanaya Bakery yang berlokasi di Kota Palembang dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang yang terdiri atas pemilik dan pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi roti. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, disertai diskusi interaktif yang disesuaikan dengan kondisi nyata dapur produksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung, wawancara singkat, dan dokumentasi visual sebelum dan setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku mitra dalam menerapkan kebersihan personal, pembersihan peralatan secara lebih teratur, serta penataan lingkungan produksi yang lebih rapi dan bersih. Kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko kontaminasi pangan serta mendukung keberlanjutan usaha bakery sebagai UMKM pangan yang aman dan sehat. Kata kunci: higiene pangan; keamanan pangan; UMKM pangan; bakery; pengabdian masyarakat. Abstract Foodborne diseases remain a public health concern closely related to the implementation of food hygiene and safety practices, particularly in micro-scale food businesses. Bakeries, as producers of ready-to-eat foods, are vulnerable to food contamination when production processes are not supported by adequate hygiene practices. This community service activity aimed to improve the implementation of food hygiene and safety at Alanaya Bakery as an effort to prevent foodborne diseases and protect consumer health. The activity was conducted at Alanaya Bakery in Palembang City and involved 10 participants consisting of the owner and workers directly engaged in bread production. The activity was implemented through an educational and participatory counseling approach accompanied by interactive discussions adapted to the actual conditions of the production area. Evaluation was carried out through direct observation, short interviews, and visual documentation conducted before and after the activity. The results indicated increased awareness and positive behavioral changes among participants, including improved personal hygiene practices, more regular cleaning of production equipment, and better organization of the production environment. This activity is expected to reduce the risk of food contamination and support the sustainability of bakery micro-enterprises as safe and healthy food businesses. Keywords: food hygiene; food safety; food micro enterprises; bakery; community service
Copyrights © 2026