Modernisasi yang semakin pesat telah membawa dampak signifikan terhadap perubahan sosial dan budaya di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Arus globalisasi dan penetrasi teknologi informasi memengaruhi pola pikir, gaya hidup, serta sistem nilai masyarakat, yang secara perlahan menggeser peran kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pelestarian kearifan lokal melalui pendekatan dialog budaya sebagai instrumen penghubung antargenerasi dan antarkomunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, serta dokumentasi komunitas periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog budaya dapat berfungsi sebagai mekanisme komunikasi partisipatif yang memperkuat pemahaman lintas generasi, memperbarui praktik budaya sesuai konteks modern, dan mengurangi risiko erosi nilai-nilai lokal. Strategi pelestarian yang efektif melibatkan integrasi antara pendidikan berbasis budaya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat, serta pemanfaatan media digital untuk dokumentasi dan promosi kearifan lokal. Dengan mengedepankan dialog yang terbuka dan inklusif, masyarakat Nagekeo dapat mempertahankan identitas budayanya sekaligus beradaptasi secara kreatif terhadap perubahan zaman.
Copyrights © 2025