Lembaga adat di Nagekeo, Flores, memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan identitas budaya di tengah arus modernisasi yang pesat. Kajian literatur ini menelaah peran lembaga adat dalam memfasilitasi dialog budaya dan penyelesaian konflik di tingkat komunitas lokal. Berdasarkan berbagai penelitian tentang tata kelola budaya, kohesi sosial, dan praktik mediasi tradisional, ditemukan bahwa pemimpin adat berperan sebagai mediator, pendidik, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya. Lembaga adat terbukti mampu menjembatani kesenjangan antargenerasi dan antar-etnis melalui integrasi norma tradisional dengan sistem pemerintahan modern. Selain itu, peran fasilitatif mereka memperkuat kearifan lokal sebagai mekanisme pembangunan perdamaian yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti menurunnya partisipasi generasi muda, intervensi politik, dan pergeseran nilai menuntut strategi adaptif agar lembaga adat tetap relevan. Penguatan kapasitas kelembagaan dan transfer pengetahuan antargenerasi menjadi kunci dalam menjaga warisan budaya hidup Nagekeo sekaligus mendorong dialog budaya yang inklusif.
Copyrights © 2025