Penelitian kualitatif-deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan hanya nanya) sebagai respons adaptif konsumen terhadap proyeksi Resesi Indonesia 2025 melalui tinjauan kritis Filsafat Ilmu. Pendekatan yang digunakan adalah Library Research (Studi Kepustakaan). Data dikumpulkan melalui telaah literatur ilmiah yang sistematis, meliputi jurnal dan laporan akademis kredibel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 (Adlini et al., 2022). Analisis data dilakukan dengan Content Analysis dan Thematic Analysis untuk menyusun sintesis konseptual. Temuan utama menunjukkan bahwa Rojali merupakan manifestasi rasional dari strategi Precautionary Saving (Perbanas, 2025) dan cerminan keberhasilan Self-Control kognitif dalam menahan keinginan sesaat untuk berbelanja. Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa fenomena ini berakar pada Ontologi Nominalisme (realitas subjektif), yang menuntut pendekatan anti positivisme (idiografis) untuk menggali makna di baliknya. Kontribusi teoretis utama adalah pengembangan kerangka Voluntarisme Konsumen. Kesimpulan utama menekankan bahwa perilaku konsumen saat ini didominasi oleh kewaspadaan mendalam. Implikasi kebijakan menyarankan bahwa stimulus ekonomi tidak akan efektif tanpa didukung oleh reformasi struktural yang memperkuat kepercayaan dan stabilitas jangka panjang. Penelitian lanjutan berbasis lapangan direkomendasikan untuk memvalidasi kerangka Voluntarisme Konsumen.
Copyrights © 2025