Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dikembangkan sebagai acuan penyusunan laporan keuangan yang memungkinkan pelaku UMKM menghasilkan informasi finansial yang ringkas, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini mengevaluasi sejauh mana pendidikan, kegiatan sosialisasi, dan tingkat pemahaman terkait SAK EMKM memengaruhi penerapannya pada UMKM di wilayah Karesidenan Surakarta. Sebanyak 150 responden dipilih melalui metode cluster dan purposive sampling, sementara analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS. Hasil empiris menunjukkan bahwa ketiga variable pendidikan, sosialisasi, dan pemahaman SAK EMKM memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap keberhasilan implementasi standar tersebut. Dengan demikian, semakin baik latar belakang pendidikan pelaku usaha, semakin efektif proses sosialisasi, dan semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap SAK EMKM, maka semakin optimal pula penerapannya dalam praktik pelaporan keuangan UMKM.
Copyrights © 2025