Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman pajak, etika pajak, sanksi pajak, dan love of money terhadap persepsi mahasiswa mengenai penggelapan pajak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner tertutup berskala Likert 1–5. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.0.9. Pengujian dilakukan melalui evaluasi outer model untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen, serta inner model untuk menguji hubungan antarvariabel dan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pajak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Selain itu, variabel love of money juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Sebaliknya, etika pajak dan sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor kognitif dan orientasi terhadap uang memiliki peran penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap praktik penggelapan pajak.
Copyrights © 2026