Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kompetensi terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel Mediasi pada Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti budaya organisasi, kompetensi, dan disiplin kerja. Diharapkan variabel-variabel tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dengan jumlah populasi sebanyak 290 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sebanyak 169 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Selain itu, disiplin kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun demikian, kompetensi tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa disiplin kerja mampu memediasi pengaruh budaya organisasi dan kompetensi terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi dan tingkat disiplin kerja yang diterapkan.
Copyrights © 2026