In line with the implementation of the Merdeka Curriculum, science learning is expected to foster students’ life-long learning skills through approaches that integrate well-being principles. However, learning on the topic of plant growth and development often remains theoretical and less meaningful for students. This study aimed to develop and examine the effectiveness of well-being–based learning devices in enhancing students’ life-long learning skills, specifically complex thinking, information processing, collaboration, communication, and habits of mind. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The implementation phase applied a pretest–posttest control group design involving 64 ninth-grade students of SMP Negeri 1 Pucakwangi in the 2024/2025 academic year. Data were collected through life-long learning skills tests, questionnaires, observations, and interviews. Instrument validity and reliability were tested prior to implementation. The experimental class showed an increase in mean scores from 60.59 to 77.28, with an N-Gain of 0.56 (moderate category). In contrast, the control class showed a slight, non-significant improvement (57 to 60; p > 0.05). Statistical analysis confirmed a significant improvement in the experimental group (p < 0.05). These findings indicate that well-being–based learning devices effectively enhance the specific measured indicators of students’ life-long learning skills.Abstrak. Sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran sains diharapkan dapat mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup siswa melalui pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kesejahteraan. Namun, pembelajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan seringkali masih bersifat teoretis dan kurang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan dalam meningkatkan keterampilan belajar seumur hidup siswa, khususnya pemikiran kompleks, pemrosesan informasi, kolaborasi, komunikasi, dan kebiasaan berpikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Fase implementasi menerapkan desain kelompok kontrol pretest–posttest yang melibatkan 64 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pucakwangi pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan belajar seumur hidup, kuesioner, observasi, dan wawancara. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum implementasi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 60,59 menjadi 77,28, dengan N-Gain sebesar 0,56 (kategori moderat). Di sisi lain, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang sedikit dan tidak signifikan (57 menjadi 60; p > 0,05). Analisis statistik mengonfirmasi peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan secara efektif meningkatkan indikator-indikator spesifik keterampilan belajar sepanjang hayat siswa yang diukur.
Copyrights © 2026