Jobsite Rantau, Kalimantan Selatan, menegaskan bahwa retensi tenaga kerja merupakan faktor strategis yang sangat menentukan keberlanjutan operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi retensi yang diterapkan perusahaan mencakup aspek finansial dan non-finansial secara seimbang. Dari sisi finansial, kompensasi dan tunjangan yang kompetitif menjadi fondasi utama dalam menjaga loyalitas karyawan. Gaji yang sesuai standar industri, tunjangan kesehatan, serta fasilitas perumahan memberikan rasa aman dan kepastian bagi tenaga kerja. Namun, kompensasi semata tidak cukup untuk menjamin retensi jangka panjang. Aspek non-finansial terbukti memiliki kontribusi besar terhadap keputusan karyawan untuk bertahan. Program pengembangan karir, pelatihan berkelanjutan, serta kepemimpinan yang suportif menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Fokus perusahaan pada keselamatan kerja (K3) juga meningkatkan rasa dihargai dan dilindungi. Selain itu, hubungan interpersonal yang baik antara karyawan dan atasan, budaya kerja yang menekankan kebersamaan, serta upaya menjaga keseimbangan kehidupan kerja menjadi faktor penting yang memperkuat keterikatan emosional. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi retensi yang efektif di lingkungan pertambangan memerlukan pendekatan holistik yang memperhatikan kebutuhan finansial dan non-finansial secara seimbang. Keberhasilan mempertahankan karyawan tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada komitmen perusahaan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan sesuai aspirasi dan persepsi karyawan.
Copyrights © 2026