Penelitian ini menganalisis strategi Hubungan Masyarakat (PR) dalam mengatasi krisis periklanan di Radio P2SC, salah satu stasiun radio AM tertua yang berlokasi di Jakarta Pusat. Menyusul transformasi digital media dan pergeseran pola konsumsi audiens ke platform online, pendapatan iklan radio mengalami penurunan yang signifikan. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, memanfaatkan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan manajemen dan pendengar Radio P2SC. Analisis didasarkan pada model strategi yang diusulkan oleh Rickhard Andersson (2024), yang meliputi strategi terserap, disengaja, deliberatif, dan abstrak. Temuan menunjukkan bahwa Radio P2SC belum menerapkan strategi PR yang sistematis, khususnya dalam aspek keterlibatan digital dan kolaborasi pihak ketiga. Aktivasi media sosial dan kegiatan komunitas masih sporadis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mengadopsi strategi komunikasi digital dan kemitraan publik untuk meningkatkan citra dan daya saing radio di era konvergensi media
Copyrights © 2025