Penelitian ini berfokus pada Energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah. Namun kinerja panel surya sangat dipengaruhi oleh suhu operasional. Pada kondisi optimal sekitar 25°C, panel surya mampu menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan pada suhu lebih tinggi seperti 35°C terjadi penurunan kinerja akibat peningkatan pergerakan elektron dalam material fotovoltaik yang menyebabkan penurunan tegangan dan daya keluaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sistem pendingin otomatis berbasis thermostat digital XH-W3001 yang dikombinasikan dengan sensor NTC Thermistor 3950 10K dan pompa air DC 12V. Sistem ini bekerja secara otomatis dengan mendeteksi suhu panel secara real-time, mengaktifkan pendinginan saat suhu melebihi 35°C, serta menjaga kestabilan di bawah 25°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada suhu 35°C, panel menghasilkan tegangan rata-rata 14,40 V, arus 1,50 A, daya 20,95 W, dan efisiensi 10,27%, sedangkan pada suhu 25°C diperoleh tegangan rata-rata 14,52 V, arus 1,66 A, daya 23,82 W, efisiensi 11,25%, dan optimalisasi rata-rata sebesar 11,78%. Penerapan sistem pendingin otomatis terbukti efektif dalam menjaga suhu panel tetap stabil, meningkatkan efisiensi konversi energi, mempertahankan daya keluaran, serta memperpanjang umur operasional panel dengan meminimalkan risiko kerusakan akibat paparan suhu tinggi.
Copyrights © 2026