Kanker serviks merupakan salah satu masalah utama kesehatan reproduksi pada perempuan di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kanker serviks atau kanker leher rahim, dan juga kanker payudara, mendominasi kasus kanker di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2019 lalu, angka penderita kanker serviks mencapai 13.078 kasus. Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor determinan perilaku pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Jetak. Penelitian dilakukan pada tanggal pada tanggal 14 sampai 19 Juli 2025. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang telah menikah/seksual aktif dengan usia WUS antara 30–50 tahun sebanyak 246 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan margin error 2%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa factor determinan perilaku pencegahan kanker serviks terbanyak adalah sikap yang merasa yakin bahwa pemeriksaan IVA dapat mendeteksi kanker serviks secara dini, norma subyeksif yang merasa malu jika tidak melakukan pemeriksaan kanker serviks dan control perilaku yang merasa bisa menadapat informasi tentang pemeriksaan kanker serviks. Determinan perilku WUS terhadap pemeriksaan kanker serviks di Wilayah kerja Puskesmas Jetak sangat dipengaruhi oleh faktor sikap terhadap perilaku, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan WUS terhadap pemeriksaan Kanker serviks.
Copyrights © 2026