Salah satu masalah kesehatan dunia yang penting adalah tuberculosis (TB), hal ini dikarenakan lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis dan diperkirakan ada sekitar 9 juta pasien dengan kasus TB baru serta 3 juta kematian akibat TB di seluruh dunia. Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Strategi pemerintah untuk menurunkan angka ini dengan terapi pencegahan tuberkulosis pada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita positif BTA. Namun stigma yang berkembangan di masyarakat, jika telah mengonsumsi obat tuberkulosis berarti sudah terinfeksi tuberkulosis. terjadi penolakan karena kurang pemahaman dari masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan memberikan edukasi serta melihat efektifitas dari edukasi ini. sampel adalah anggota keluarga yang menderita penyakit tuberkulosis, jumlah sampel sebanyak 40 orang. Metode penelitian Quasy eksperimen yang bersifat one group pretest –postest. Diperoleh hasil terjadi peningkatan pengetahuan setelah edukasi dengan nilai signifikan 0,000, sehingga dapat disimpulkan efektif edukasi penyakit tuberkulosis dan terapi pencegahan tuberkulosis.
Copyrights © 2026