Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi perguruan tinggi semakin meningkat, namun kajian ilmiah yang mengulas secara mendalam bagaimana mode-mode multimodal bekerja secara terpadu dalam membangun citra institusi pendidikan masih terbatas. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana berbagai mode semiotik digunakan dan diintegrasikan dalam iklan promosi penerimaan mahasiswa baru Universitas Pamulang Kampus Kota Serang yang dipublikasikan melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan interaksi mode linguistik, visual, gestural, warna, dan tata letak dalam membangun makna serta citra institusional yang persuasif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori multimodal Anstey dan Bull. Data berupa poster iklan penerimaan mahasiswa baru dianalisis secara interpretatif untuk mengidentifikasi fungsi masing-masing mode dan kontribusinya terhadap konstruksi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode linguistik berperan utama dalam menyampaikan informasi dan ajakan secara eksplisit, sementara mode visual dan gestural memperkuat representasi citra kampus yang ramah, profesional, dan kredibel. Mode warna berfungsi menarik perhatian serta menegaskan pesan utama, sedangkan tata letak yang terstruktur meningkatkan keterbacaan dan efektivitas komunikasi. Interaksi antarmode tersebut membentuk kesatuan makna yang koheren dan meningkatkan daya persuasif iklan.Secara keilmuan, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian analisis wacana multimodal dengan menegaskan relevansi multimodalitas dalam konteks promosi pendidikan tinggi di era digital.
Copyrights © 2026