Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis kemasan terhadap kualitas dan umur simpan sambal ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan bandeng (Chanos chanos). Tiga jenis kemasan yang digunakan meliputi plastik polietilen (PE) sebagai kemasan berkualitas rendah, kemasan pouch sebagai kemasan sedang, dan kemasan vakum sebagai kemasan berkualitas tinggi. Tahapan penelitian meliputi produksi sambal, pengemasan, analisis kadar air selama empat hari, serta uji organoleptik selama tujuh hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh signifikan terhadap kadar air, tekstur, aroma, dan masa simpan produk. Sambal yang dikemas menggunakan plastik PE mengalami peningkatan kadar air tertinggi dan penurunan mutu tercepat, dengan masa simpan hanya dua hari. Sebaliknya, kemasan vakum menunjukkan kestabilan kadar air serta mempertahankan kualitas sensorik hingga hari ketujuh. Perubahan warna, bau, dan tekstur pada kemasan berkualitas rendah disebabkan oleh aktivitas mikroba dan proses oksidasi lemak yang mempercepat kerusakan. Pengemasan vakum terbukti efektif memperlambat oksidasi dan menekan pertumbuhan mikroba melalui pengurangan oksigen di dalam kemasan. Dengan demikian, pemilihan jenis kemasan yang tepat, khususnya kemasan vakum, sangat berperan dalam menjaga kualitas fisik, kimia, dan organoleptik sambal ikan serta memperpanjang umur simpannya
Copyrights © 2026