Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita. Berbagai faktor intrinsik dan ekstrinsik diduga berperan terhadap kejadian ISPA, namun bukti empiris pada tingkat pelayanan primer masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ispa) pada balita di pusat kesehatan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 79 responden yang terdiri dari 40 balita dengan ISPA (kasus) dan 39 balita tanpa ISPA (kontrol), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Status imunisasi (p=0,005), status gizi (p=0,005), kepadatan hunian rumah (p=0,009), dan jenis lantai rumah (p=0,005) berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) (p=0,615) dan ventilasi rumah (p=0,239) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa faktor imunisasi, status gizi, dan kondisi lingkungan rumah merupakan determinan penting kejadian ISPA pada balita. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan cakupan imunisasi, perbaikan status gizi, serta intervensi lingkungan rumah sehat untuk menurunkan kejadian ISPA pada balita.
Copyrights © 2025