Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keadaan alam dengan tradisi makan sagu (Aka Bilan) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, laporan penelitian, dan artikel budaya yang membahas keterkaitan antara kondisi ekologis dan tradisi pangan masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukan bahwa kondisi alam Malaka yang kering, beriklim tropis, dan memiliki vegetasi khas seperti pohon gewang (Corypha utan) membentuk kebiasaan masyarakat dalam mengolah sagu menjadi makanan tradisional (Aka Bilan). Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi ketahanan pangan di wilayah beriklim kering, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara manusia dengan lingkungannya menjadi faktor penting dalam pembentukan identitas budaya serta keberlanjutan pangan lokal.
Copyrights © 2025