Penelitian ini menyoroti Rumah Adat Tamkesi yang terletak di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, sebagai wujud nyata warisan budaya dan identitas masyarakat Biboki. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan sejarah terbentuknya Rumah Adat Tamkesi, menelaah bentuk serta makna simboliknya, menjelaskan pola mata pencaharian masyarakat adat, dan mengkaji fungsi bahasa Dawan (Uab Meto) dalam menjaga identitas budaya. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menafsirkan data dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen penelitian. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai simbolik dan sosial yang terkandung dalam arsitektur Tamkesi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa arsitektur tradisional Tamkesi terdiri atas empat bangunan utama: Sonaf Mnasi, Ume Kbubu, Lopo, dan Ume Kbat atau Kanaf, yang masing-masing memiliki fungsi sosial, ekonomi, budaya, dan religius yang saling berkaitan. Masyarakat Tamkesi juga masih mempertahankan pola hidup tradisional melalui kegiatan berburu, berladang berpindah, dan beternak, serta menjadikan bahasa Dawan sebagai sarana komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari maupun ritual adat, sehingga memperkuat identitas budaya mereka.
Copyrights © 2025