Literasi dasar merupakan fondasi utama sistem pendidikan yang menghadapi tantangan kompleks di era pascapandemi tahun 2025. Penurunan kemampuan pemahaman mendalam (deep reading) dan kejenuhan siswa terhadap metode pembelajaran konvensional menuntut adanya inovasi pedagogis yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bercerita (storytelling) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk penguatan literasi siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Analisis dilakukan terhadap 10 artikel ilmiah terpilih dari database Google Scholar, Garuda, SINTA, dan ERIC dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Hasil sintesis data menunjukkan tiga temuan utama: (1) Integrasi teknologi melalui digital storytelling dan Augmented Reality (AR) secara signifikan meningkatkan retensi memori dan kosakata siswa hingga 28%; (2) Media konvensional seperti boneka tangan dan cerita rakyat tetap efektif dalam membangun karakter dan minat baca pada siswa kelas rendah (Fase A); serta (3) Teknik bercerita mampu menyeimbangkan keterampilan reseptif (menyimak) dan produktif (berbicara/retelling). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode bercerita, baik secara digital maupun konvensional, merupakan instrumen fleksibel yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan emosional dan pencapaian literasi komprehensif di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026