Kain berbahan dasar serat kapas banyak dimanfaatkan dalam industri tekstil karena memiliki sifat nyaman dipakai, higroskopis, sirkulasi udara yang baik, serta bersifat biodegradable dan ramah lingkungan. Serat kapas tersusun terutama oleh selulosa yang memiliki gugus hidroksil (–OH) sehingga memungkinkan terjadinya interaksi kimia dengan berbagai jenis zat pewarna, khususnya zat warna reaktif. Zat warna reaktif mampu membentuk ikatan kovalen dengan gugus hidroksil pada serat kapas, yang menghasilkan warna cerah serta ketahanan luntur yang baik. Namun, efektivitas proses fiksasi zat warna sangat dipengaruhi oleh kondisi pencelupan, terutama pH larutan dan interaksi antara zat warna dan serat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan afinitas zat warna terhadap serat adalah melalui penambahan zat aktif permukaan kationik berbasis polyquaternary ammonium, yang bekerja melalui interaksi elektrostatik antara serat dan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan zat aktif permukaan kationik terhadap ketuaan warna serta ketahanan luntur warna terhadap pencucian dangosokan.
Copyrights © 2025