p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Texere
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENINGKATKAN KINERJA PENCELUPAN KAPAS: MENGEKSPLORASI PENGARUH PH ASAM PADA LARUTAN PENCELUPAN EKSTRAK DAUN JATI DAN EFEK POST MORDANTING Cahyaningtyas, Hilmi Amanah Aditya; Vera, Ade; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka
Texere Vol 22, No 1 (2024): Texere Volume 22 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i1.04

Abstract

Daun Jati merupakan jenis tumbuhan yang berpotensi diaplikasikan sebagai zat warna alami tekstil. Memiliki pigmen tanin dan antosianin membuat daun jati dapat menghasilkan warna yang variatif dan menarik. Pencelupan dilakukan dengan metode exhaust pada kain tenun kapas, 40 oC dalam suasana asam (pH 4). Guna memperoleh ikatan kimia antar zat warna dan serat setelah pencelupan, dilakukan proses mordanting dengan melihat pengaruh zat mordan berbeda menggunakan tawas dan ferrosulfat. Evaluasi yang dilakukan pada kain hasil pencelupan ialah ketuaan, kerataan, arah warna, serta ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan. Hasil evaluasi menunjukan penambahan mordan ferrosulfat memiliki nilai ketuaan warna tertinggi dengan K/S 1,6692 dibandingkan dengan tawas dengan nilai K/S 0,3526. Arah warna pada mordan tawas diperoleh nilai a* +1,62 dan b* -1,2, serta pada ferrosulfat didapatkan nilai a* -3,9 dan b* +4,86. Ketahanan luntur warna berdasarkan pencucian menggunakan grey and staining scale dengan penggunaan kedua mordan mendapatkan nilai baik (4-5) dan berdasarkan gosokan kering dan basah dengan nilai baik hingga cukup baik. Dengan penambahan mordan diketahui dapat meningkatkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian maupun gosokan.
OPTIMALISASI pH DENGAN CAMPURAN ALKALI NA2CO3-NAOH PADA PENCELUPAN KAPAS DENGAN ZAT WARNA REAKTIF PANAS Ambarwaningthyas, Sekar; Salis, Witri Aini; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka
Texere Vol 22, No 1 (2024): Texere Volume 22 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i1.05

Abstract

Zat warna reaktif banyak digunakan untuk mencelup kain kapas. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pencelupan menggunakan zat warna reaktif panas adalah penggunaan alkali sebagai pengatur pH larutan pencelupan dan untuk proses fiksasi zat warna ke dalam serat. Campuran alkali (Na2CO3–NaOH) digunakan sebagai pemberi suasana alkali pada pH 10,5, 11, 11,5, dan 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fiksasi zat warna dipengaruhi oleh penggunaan campuran alkali (Na2CO3–NaOH) pada pH 10,5-12. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian, kerataan warna, kecerahan warna, dan ketuaan warna (K/S) diuji. Kondisi proses terbaik diperoleh pada pH 11. Pada kondisi tersebut, nilai ketuaan warna (K/S) sebesar 22,578, nilai kecerahan warna (lightness) sebesar 17,154, nilai kerataan warna (standar deviasi) sebesar 0,310 dan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian untuk penodaan warna pada kain pelapis kapas dan wol di multifiber sebesar 5 dan perubahan warnanya adalah 4-5.
PENGARUH OKSIDASI KALIUM PERMANGANAT TERHADAP HASIL PRE-TREATMENT KAIN POLIESTER-KAPAS (65%-35%) Nurrahmajanti, Asiyah Nurrahmajanti; Ramadhani, Silvy; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka
Texere Vol 21, No 2 (2023): Texere Volume 21 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v21i2.04

Abstract

Kain greige merupakan kain mentah yang masih mengandung impuritas serat dan kotoran yang menempel pada kain saat produksi. Pengotor tersebut harus dihilangkan melalui tahap proses penghilangan kanji dan pengelantangan menggunakan zat kimia, salah satunya ialah zat pengoksidasi (oksidator). Oksidator yang umum digunakan ialah H2O2. Namun zat tersebut memiliki kekurangan yaitu waktu pengerjaanya lebih lama baik secara tunggal maupun simultan. Oleh karena itu digunakan oksidator KMnO4 dengan variasi konsentrasi 3 g/L, 4 g/L, 5 g/L, dan 6 g/L serta suhu 90 dan 100 oC sehingga diharapkan konsumsi waktu pengerjaan lebih singkat serta hasil yang setara dibandingkan H2O2 bahkan lebih baik ditinjau dari hasil evaluasi menggunakan beberapa pengujian. Berdasarkan penelitian, diperoleh kondisi optimum pada konsentrasi 6 g/L suhu 90 oC dimana pada kondisi tersebut didiperoleh hasil pengujian pengurangan berat sebesar 7,87%, derajat putih sebesar 68,416%, Daya serap sebanyak 28,84 detik, dan kekuatan tarik 42,5774 kg (lusi) serta 36,4624 kg (pakan)
PENGARUH SUHU BAKING TERHADAP HASIL PENCAPAN ETSA PUTIH (WHITE DISCHARGE) PADA KAIN DENIM (KAPAS-SPANDEK) HASIL CELUP ZAT WARNA INDIGO Maulida, Nafisa Rizki; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka; Martina, Desti; Sukirman, -
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.06

Abstract

Pencapan etsa putih (white discharge) merupakan salah satu teknik pencapan yang dilakukan pada bahan tekstil yang telah melalui proses pencelupan maupun pencapan, kemudian dilakukan pencapan menggunakan pasta cap yang mengandung zat perusak/pengetsa, sehingga warna putih kain semula tampak kembali pada bagian motif yang diinginkan. Zat pengetsa yang digunakan dapat berupa reduktor maupun oksidator. Pada penelitian ini zat pengetsa yang digunakan ialah kalium permanganat (KMnO4) yang berbasis oksidator. Untuk membantu proses oksidasi zat warna bejana menggunakan KMnO4 diperlukan bantuan suhu tinggi dengan pemanasan menggunakan metode uap kering (baking) guna membantu proses penguraian oksigen aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu baking terhadap hasil pencapan etsa pada kain denim (kapas 95% - spandek 5%). Variasi suhu baking yang dilakukan diantaranya 140, 150, 160, 170 dan 180oC dengan waktu selama 4 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi derajat putih kain, ketajaman motif dan kekuatan tarik kain. Berdasarkan hasil percobaan derajat putih kain yang paling tinggi ialah pada suhu baking 150oC yaitu sebesar 54,248. Hasil ketajaman motif kain diperoleh 100% pada suhu 150, 160, 170 dan 180oC. Untuk kekuatan tarik menunjukkan bahwa makin tinggi variasi suhu baking berpengaruh terhadap penurunan kekuatan tarik kain. Pada suhu baking 150oC selama 4 menit menunjukkan hasil yang optimal.