Fenomena cyberbullying yang terjadi melalui media digital merupakan masalah serius yang dapat membahayakan korban, baik secara psikologis maupun sosial. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi munculnya perilaku cyberbullying adalah tingkat empati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan empati dan perilaku cyberbullying serta meneliti hubungan antara empati dan perilaku cyberbullying. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif korelasional. Responden berjumlah 275 siswa SMA Negeri 7 Padang (136 siswa kelas XI dan 139 siswa kelas XII). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang empati dan perilaku cyberbullying yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Pearson product moment dan reliabilitas Cronbach Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati berada pada kategori tinggi dengan persentase 70%, sedangkan perilaku cyberbullying berada pada kategori sedang dengan persentase 50%. dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dan perilaku cyberbullying, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat empati, semakin rendah perilaku cyberbullying. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan.
Copyrights © 2026