Pakan merupakan faktor utama yang menentukan performa pertumbuhan ayam broiler, sehingga formulasi pakan harus disusun berdasarkan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat dengan biaya yang optimal. (NRC, 1994). Nutrisi diantaranya terbagi atas protein, lemak, serat, air, kalsium dan posfor. Menurut Anggorodi (1995), formulasi pakan merupakan proses penyusunan ransum dari berbagai bahan pakan dalam proporsi tertentu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara tepat dan ekonomis. Leeson dan Summers (2001) menyatakan bahwa biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi unggas, sehingga formulasi pakan harus diarahkan untuk meminimalkan biaya ransum sambil tetap memenuhi kebutuhan nutrisi standar. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi pakan ayam broiler menggunakan metode pemrograman linear dengan bantuan aplikasi POM QM for Windows yang mempertimbangkan kebutuhan nutrisi untuk menentukan kombinasi bahan pakan berbiaya terendah dan tetap memenuhi standar nutrisi ayam broiler (pedaging) yang di lihat menggunakan excel solver. Hasil penelitian memberikan solusi optimal untuk kombinasi bahan pakan dan biaya dengan tetap memenuhi standar nutrisi ayam broiler (pedaging). Selain itu, model ini juga memberikan fleksibilitas dalam substitusi bahan pakan pada kondisi fluktuasi harga pasar dan kondisi persediaan. Penelitian ini memberikan manfaat finansial yang ekonomis dalam menekan biaya pakan tanpa mengurangi pemenuhan kebutuhan nutrisi ayam broiler serta mempermudah pelaku usaha dalam mengkombinasikan bahan pakan alternative akibat persediaan terbatas. Total biaya diperoleh sebesar Rp. 4.729 per kg untuk komposisi bahan pakan (dedak sebesar 0,302 kg; tepung ikan sebesar 0,153 kg; dan bungkil kacang kedelai sebesar 0,198 kg) yang dimana terbukti efisien dengan masih terpenuhinya standar nutrisi untuk ayam broiler (pedaging) yaitu untuk kadar protein 0,2 (standar ≥ 20%); kadar air 0,065 (standar ≤ 13%); kadar lemak 0,05 (standar ≥ 5%); kadar serat 0,047 (standar ≤ 7%); kadar kalsium 0,009 (standar ≥ 0.9%); kadar posfor 0,007 (standar ≥ 0.45%).
Copyrights © 2025