Budidaya rumput laut (Gracillaria sp.) di kecamatan Jabon dilakukan oleh pembudidaya yang memiliki lahan di sekitar muara kali Porong, yang sarat dengan ancaman pencemaran. Penelitian bertujuan mengukur peluang akselarasi perbaikan mutu hasil olahan rumput laut melalui kinerja mandiri dari para pembudidaya. Penelitian deskiptif menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dari konversi informasi hasil survei, menggunakan teknik pembobotan. Responden ditentukan secara sengaja sebanyak 122 orang, memiliki sejumlah syarat antara lain pengalaman, pengetahuan, dan keterlibatan langsung dalam budidaya hingga pasca panen rumput laut lebih dari 3 tahun. Analisis data berjenjang menggunakan teknik kesenjangan yang ditampilkan dalam jaring laba-laba; serta uji korelasi dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting bagi pembudidaya untuk menyamakan preferensi dengan kalangan pembeli dan pabrik pengolahan rumput laut bahwa kadar air dan kebersihan rumput laut adalah ukuran awal yang penting untuk menilai mutu rumput laut. Selain itu, para pembudidaya sangat perlu menambahkan beberapa variabel prediktor lainnya sebagai dasar penilaian dan pertimbangan untuk semakin meningkatkan kemandirian upaya memperoleh mutu yang semakin baik. Hal ini tentunya berkaitan sangat erat dengan upaya meningkatnya harga penawaran dari pembeli dan pabrik pengolahan rumput laut, sehingga keuntungan produksi yang dapat diperoleh lebih besar.
Copyrights © 2025