Perkembangan teknologi otomatisasi dan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja, khususnya terkait dengan persepsi keamanan kerja (job security) karyawan. Penerapan teknologi ini tidak hanya mengubah proses dan sistem kerja, tetapi juga memengaruhi cara pekerja memandang keberlangsungan serta stabilitas pekerjaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penerapan otomatisasi dan artificial intelligence terhadap job security pekerja di Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif serta aturan green untuk menentukan jumlah responden. Data primer diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner secara online yang disusun menggunakan skala likert lima poin kepada 153 responden pekerja di wilayah Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25. Metode analisis yang digunakan terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, dilanjutkan dengan uji hipotesis yang meliputi uji t, uji f, dan uji r, dan kemudian dilakukan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan otomatisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap job security. Sementara itu, penerapan artificial intelligence tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap job security. Namun, secara simultan otomatisasi dan artificial intelligence terbukti berpengaruh signifikan terhadap job security, meskipun kontribusinya relatif kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar otomatisasi dan AI turut berperan dalam membentuk persepsi keamanan kerja pekerja, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengelola penerapan teknologi di dunia kerja.
Copyrights © 2026