Bavoa (Cleome chelidanii L.F/ Capparidaceae) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang tumbuh di Lembah Palu Kabupaten Sigi. Selain sebagai sumber makanan, masyarakat suku Kaili juga memanfaatkan bavoa sebagai tanaman obat. Informasi terkait kandungan senyawa bioaktif dan antibakteri bavoa (Cleome chelidanii L.F/ Capparidaceae) dari Lembah Palu masih terbatas, sehingga perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa total flavonoid, aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak bavoa dalam jenis pelarut yang berbeda. Jenis pelarut yang digunakan adalah etanol 70% dan metanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak simplisia daun bavoa dalam pelarut metanol 96% memiliki kandungan flavonoid tertinggi sebesar 2,90±0,02 mg/100g dan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 151,84±1,02 ppm tergolong senyawa dengan aktivitas antioksidan lemah. Kemampuan antibakteri ekstrak daun bavoa segar dalam pelarut etanol 70% sebesar 15,15±0,84 mm dan ekstrak simplisia daun bavoa sebesar 13,39±0,00 mm terhadap Staphylococcus aureus.
Copyrights © 2025