Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menggunakan teknologi berbasis deep learning pada proses pembelajaran. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, mulai dimanfaatkan dalam pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, termasuk pada jenjang PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami secara mendalam persepsi, pengalaman, serta makna subjektif yang dirasakan guru dalam mengimplementasikan teknologi tersebut di kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat guru PAUD yang memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi berbasis deep learning pada kegiatan pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi ini memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam mendukung personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak, serta memberikan umpan balik yang lebih cepat dan responsif terhadap perkembangan belajar anak. Teknologi ini juga membantu guru dalam memantau kemajuan belajar anak secara lebih sistematis. Namun demikian, penelitian ini menemukan sejumlah tantangan dalam penerapannya, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi, kurangnya pemahaman tentang konsep deep learning, serta kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan koneksi internet yang tidak stabil. Selain itu, para guru menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAUD, pengembangan aplikasi pembelajaran yang ramah anak, serta dukungan infrastruktur yang memadai guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis deep learning dalam pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026