Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendidikan Muatan Lokal Sebagai Penanaman Karakter Cinta Tanah Air Nurdian, Novi; Ulfah, Khalida Rozana; Ilise, Rizki Nugerahani
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i2.36414

Abstract

Karakter cinta tanah air merupakan salah satu nilai dalam pendidikan karakter. Karakter cinta tanah air merupakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan penghargaan terhadap tanah air. Untuk menanamkan karakter ini salah satunya dapat melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran dan dampak penanaman karakter cinta tanah air melalui mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yakni jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul dilakukan proses pengkondingan data dan dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang diperoleh yakni; Peran penanaman karakter cinta tanah melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar yakni dengan keteladanan makna seni budaya Banjar, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, dan penilaian. Dampak penanaman karakter cinta tanah air melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar adalah bertambah sikap dan perilaku melestarikan budaya Indonesia khususnya seni budaya Banjar. Nilai-nilai tersebut mengacu pada indikator karakter cinta tanah air pada siswa sekolah dasar. Dapat disimpulkan secara garis besar dampaknya siswa bertambah semangat untuk mempelajari seni budaya, tumbuh perasaan senang, peduli, dan bangga terhadap seni budaya Banjar.
Pendidikan Muatan Lokal Sebagai Penanaman Karakter Cinta Tanah Air Nurdian, Novi; Ulfah, Khalida Rozana; Ilise, Rizki Nugerahani
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i2.36414

Abstract

Karakter cinta tanah air merupakan salah satu nilai dalam pendidikan karakter. Karakter cinta tanah air merupakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan penghargaan terhadap tanah air. Untuk menanamkan karakter ini salah satunya dapat melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran dan dampak penanaman karakter cinta tanah air melalui mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yakni jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul dilakukan proses pengkondingan data dan dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang diperoleh yakni; Peran penanaman karakter cinta tanah melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar yakni dengan keteladanan makna seni budaya Banjar, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, dan penilaian. Dampak penanaman karakter cinta tanah air melalui mata pelajaran muatan lokal seni budaya Banjar adalah bertambah sikap dan perilaku melestarikan budaya Indonesia khususnya seni budaya Banjar. Nilai-nilai tersebut mengacu pada indikator karakter cinta tanah air pada siswa sekolah dasar. Dapat disimpulkan secara garis besar dampaknya siswa bertambah semangat untuk mempelajari seni budaya, tumbuh perasaan senang, peduli, dan bangga terhadap seni budaya Banjar.
Digital Parenting: Pola Asuh Orang Tua Mendidik Anak Usia Dini di Era Digital Ilise, Rizki Nugerahani; Setyawati, Novi Suma; Nurdian, Novi
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pendidikan, Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/primearly.v7i2.3120

Abstract

This research aims to explore parents' parenting patterns in educating early childhood in the digital era. This research approach is qualitative with a narrative study type. The number of informants in this study was 16 people. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The validity of the data used is triangulation. Milles and Hubberman model data analysis technique with steps from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results revealed five main themes: (1) variations in parenting patterns, (2) parenting strategies in the digital era, (3) challenges faced by parents, (4) factors that influence parenting patterns, and (5) the role of PAUD institutions and Society. These findings provide insight into the complexities of parenting in the digital era and highlight the importance of support and education for parents
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KELAS YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI DI PAUD Rohliani, Rohliani; Nurhayati, Yuliana; Ilise, Rizki Nugerahani
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7229

Abstract

ABSTRACT A positive classroom climate is an important factor in supporting the social, emotional, and cognitive development of young children in early childhood education settings. This study aims to examine the role of teachers in creating a classroom climate that is conducive, safe, and enjoyable for young children. A descriptive qualitative approach was employed, involving two teachers at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 who have more than five years of teaching experience and hold a minimum qualification of a bachelor’s degree in early childhood education. The research data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and written documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that teachers play a crucial role in fostering an enjoyable classroom climate through effective management of the physical environment, the implementation of varied instructional strategies, and the strengthening of positive emotional relationships with children. The study concludes that the teacher’s role is not limited to instruction alone, but also encompasses functions as a facilitator, motivator, and mentor in creating a conducive, interactive, and inclusive learning environment for young children. ABSTRAK Iklim kelas yang menyenangkan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak usia dini di satuan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membangun iklim kelas yang kondusif, aman, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang guru di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun dan kualifikasi pendidikan minimal sarjana PAUD. Data penelitian diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, serta dokumentasi tertulis, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan iklim kelas yang menyenangkan melalui pengelolaan lingkungan fisik, penerapan strategi pembelajaran yang variatif, dan penguatan hubungan emosional yang positif dengan anak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup fungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan inklusif bagi anak usia dini.
Pengalaman Guru PAUD Menggunakan Teknologi Artificial Intelligence Berbasis Pendekatan Deep Learning Azizah, Aspiya; Ilise, Rizki Nugerahani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menggunakan teknologi berbasis deep learning pada proses pembelajaran. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, mulai dimanfaatkan dalam pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, termasuk pada jenjang PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami secara mendalam persepsi, pengalaman, serta makna subjektif yang dirasakan guru dalam mengimplementasikan teknologi tersebut di kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat guru PAUD yang memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi berbasis deep learning pada kegiatan pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi ini memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam mendukung personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak, serta memberikan umpan balik yang lebih cepat dan responsif terhadap perkembangan belajar anak. Teknologi ini juga membantu guru dalam memantau kemajuan belajar anak secara lebih sistematis. Namun demikian, penelitian ini menemukan sejumlah tantangan dalam penerapannya, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi, kurangnya pemahaman tentang konsep deep learning, serta kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan koneksi internet yang tidak stabil. Selain itu, para guru menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAUD, pengembangan aplikasi pembelajaran yang ramah anak, serta dukungan infrastruktur yang memadai guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis deep learning dalam pendidikan anak usia dini.