Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM), Brand Image, dan Competitive Advantage terhadap minat beli ulang produk deodorant Rexona Roll On di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media digital mendorong konsumen untuk lebih aktif mencari serta membagikan informasi mengenai produk, sehingga E-WOM menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi dan keputusan pembelian ulang. Selain itu, citra merek yang kuat serta keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan juga diyakini berperan dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 15.073 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji F). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi residual sebesar 0,200 (> 0,05), tidak terdapat gejala multikolinearitas dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 dan nilai tolerance > 0,1, serta tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa E-WOM, Brand Image, dan Competitive Advantage berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang produk Rexona Roll On, baik secara parsial maupun simultan. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan strategi pemasaran digital, memperkuat citra merek, serta mempertahankan keunggulan bersaing guna mendorong peningkatan minat beli ulang konsumen.
Copyrights © 2026