Penelitian ini menganalisis perubahan motivasi anak rantau dalam mendirikan usaha tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) serta hubungannya dengan pelestarian budaya dan keberlanjutan ekonomi. Anak rantau, yang merupakan individu yang berpindah dari daerah asal ke wilayah lain, memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mengembangkan potensi budaya lokal di ruang sosial dan ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks ini, tenun tradisional NTT tidak hanya dilihat sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah, identitas, dan kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan yang membahas motivasi kewirausahaan, ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pelestarian tenun tradisional NTT. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi pola perubahan motivasi anak rantau serta peran kewirausahaan dalam menjaga keberlanjutan budaya dan ekonomi. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran motivasi yang signifikan, dari orientasi pada keuntungan ekonomi individu menuju motivasi kolektif yang menekankan pelestarian budaya, pemberdayaan perajin lokal, serta keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Pergeseran ini ditandai dengan munculnya inovasi produk, penguatan kolaborasi antara anak rantau dan komunitas asal, serta pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa motivasi individu anak rantau memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya tenun NTT sekaligus menciptakan peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan di tengah dinamika globalisasi.
Copyrights © 2026