Transformasi dunia kerja modern di era digital menuntut sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dalam penguasaan hard skills tetapi juga soft skills. Kedua kompetensi tersebut merupakan komponen kunci dalam manajemen talenta yang berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, khususnya pada Generasi Z yang saat ini mulai mendominasi angkatan kerja. Generasi Z dikenal memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi terhadap teknologi dan perubahan, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi interpersonal, kerja sama tim, manajemen waktu, serta disiplin kerja. Kondisi ini mendorong pentingnya pengkajian lebih lanjut mengenai peran soft skills dan hard skills terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh soft skills dan hard skills terhadap kinerja karyawan Generasi Z di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Forms. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 105 karyawan Generasi Z yang bekerja di berbagai sektor di Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills dan hard skills secara simultan maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan antara penguasaan kompetensi teknis dan non-teknis menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengintegrasikan pengembangan soft skills dan hard skills secara berkelanjutan dalam strategi manajemen talenta guna mengoptimalkan potensi karyawan serta meningkatkan daya saing organisasi.
Copyrights © 2026