Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak budaya populer terhadap profesionalisme dan kepemimpinan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter siswa di era digital. Perkembangan budaya populer yang masif melalui media sosial, musik, film, gim digital, serta figur influencer telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan peserta didik. Budaya ini tidak hanya memengaruhi pola konsumsi hiburan, tetapi juga membentuk nilai, sikap, cara berpikir, dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru PAI dalam menjalankan peran edukatif dan pembinaan karakter Islami. Fenomena ini menuntut guru PAI untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai literasi digital, serta menerapkan kepemimpinan transformasional dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer memiliki potensi melemahkan nilai religius siswa apabila dikonsumsi secara pasif dan tanpa pendampingan. Namun, di sisi lain, budaya populer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter apabila dikelola secara kritis, selektif, dan kreatif oleh guru. Profesionalisme guru PAI tercermin dari kemampuan mereka mengintegrasikan konten budaya populer ke dalam konteks pendidikan Islami yang relevan dengan kehidupan siswa. Sementara itu, kepemimpinan yang efektif ditunjukkan melalui keteladanan, komunikasi dialogis, dan pendekatan persuasif dalam membimbing siswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan literasi media, penguatan karakter dan spiritualitas guru, serta inovasi pedagogik berbasis budaya populer untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pendidikan Islam di tengah arus globalisasi digital.
Copyrights © 2026