Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata daerah, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif, lapangan kerja, dan identitas budaya lokal. Kota Bandung, khususnya kawasan Street Food Dipatiukur, dikenal sebagai destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi kalangan muda dan mahasiswa. Namun, kawasan ini belum memiliki strategi branding terstruktur sehingga citra destinasi terbentuk secara organik dari interaksi sosial, testimoni pengunjung, dan konten digital media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Destination Branding berbasis pengalaman dalam membangun citra wisata kuliner di kawasan Street Food Dipatiukur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan, meliputi pengelola, pedagang, dan food vlogger. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Destination Brand Experience yang mencakup dimensi sensorial, affective, behavioral, dan intellectual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra kawasan terbentuk melalui suasana malam yang khas, interaksi sosial yang hangat, serta loyalitas pengunjung yang tercermin dalam kunjungan ulang dan promosi digital secara sukarela. Peran food vlogger memperkuat citra melalui konten luas. Meski demikian, branding masih berkembang alami tanpa pengelolaan formal sehingga diperlukan strategi sistematis meliputi identitas visual, kolaborasi komunitas kreatif, dan dukungan pemerintah kota. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi akademis dan masukan praktis untuk pengembangan destinasi kuliner unggulan Kota Bandung.
Copyrights © 2026