Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana relasi kuasa abusif memengaruhi kesejahteraan psikologis dan profesionalisme individu dengan menggunakan fenomena buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans sebagai studi kasus utama. Masalah di fokuskan pada mekanisme manipulasi psikologis (grooming) yang menciptakan ketimpangan kuasa sistemik serta bagaimana manifestasi trauma tersebut berinteraksi dengan dinamika lingkungan kerja modern dan fungsi manajemen sumber daya manusia. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Abusive Supervison, Psychological Capital (PsyCap), teori kekuasaan Michel Foucalt, serta konsep habitus Pierre Bourdieu. Data-data dikumpulkan melalui metode studi pustaka dan analisis konten kualitatif terhadap narasi dalam memoar Broken Strings serta tinjauan literatur pada 20 artikel jurnal manajemen SDM dan psikologi organisasi terbitan 2015-2025, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil Kajian menyimpulkan bahwa relasi kuasa abusif, baik dalam konteks personal maupun profesional, beroperasi melalui deplesi modal psikologis yang parah, sehingga memicu aktivasi amigdala kronis, dan bermuara pada fenomena organizational silence serta penurunan profesionalisme yang signifikan. Temuan riset menunjukkan bahwa profesionalisme yang seharusnya didorong oleh motivasi intrinsik dan integritas, sering kali bergantian menjadi kepatuhan semu yang hanya didasari oleh rasa takut terhadap otoritas. Oleh karena itu, efektivitas manajemen SDM dalam memitigasi dampak ini sangat bergantung pada keberanian organisasi untuk menciptakan keamanan psikologis (psychological safety) dan melakukan transformasi budaya yang mengeliminasi segala bentuk toleransi terhadap kepemimpinan toksik demi menjaga martabat manusia dan untuk produktivitas jangka panjang.
Copyrights © 2026