Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan Work-Life Balance (WLB) terhadap Employee Engagement (EE) pada karyawan Generasi Z yang bekerja di industri kafe wilayah Ciayumajakuning. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya dominasi tenaga kerja Generasi Z di sektor jasa, khususnya industri kafe, yang memiliki karakteristik kerja dinamis serta tuntutan fleksibilitas tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan variabel dependen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 105 karyawan Generasi Z. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert yang dirancang untuk mengukur dimensi Work-Life Balance, meliputi keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan, dan keseimbangan kepuasan, serta dimensi Employee Engagement yang terdiri dari vigor, dedication, dan absorption. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dan nilai koefisien regresi sebesar 0,714. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik penerapan kebijakan Work-Life Balance, maka semakin tinggi tingkat keterikatan karyawan Generasi Z terhadap pekerjaannya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola kafe untuk menerapkan kebijakan kerja yang fleksibel dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan guna meningkatkan keterlibatan, loyalitas, serta kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026