Berkembangnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia telah memicu persaingan ketat, di mana suatu produk dituntut untuk berkompetisi dengan produk berskala nasional maupun internasional. Fenomena ini menjadi relevan di Kabupaten Bengkayang, sebuah wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik pasar unik akibat tingginya aksesibilitas terhadap produk impor dari Malaysia. Dalam konteks persaingan yang kompetitif ini, pemahaman mengenai faktor-faktor yang berperan dalam membentuk kepuasan konsumen menjadi aspek yang sangat penting bagi keberlangsungan merek dalam negeri seperti Hanasui. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif metode survei untuk menguji variabel-variabel yang terlibat. Data dikumpulkan dari 140 responden pengguna produk Hanasui di Kabupaten Bengkayang, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Untuk menguji hubungan antar variabel, data diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik kualitas produk maupun harga memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam membentuk kepuasan pelanggan. Hasil ini menegaskan bahwa kepuasan konsumen di wilayah perbatasan sangat bergantung pada sinergi antara kualitas produk yang unggul dan strategi penetapan harga yang selaras dengan nilai yang dirasakan (perceived value) oleh pelanggan. Oleh karena itu, penguatan standar kualitas dan kebijakan harga yang kompetitif menjadi instrumen strategis bagi produsen guna menjaga pangsa pasar di tengah gempuran produk kompetitor maupun produk luar negeri.
Copyrights © 2026